Workshop di UIR dan UMRI

Beberapa hal penting untuk diikuti terlebih dahulu : 

Bahan Workshop  dapat diunduh di alamat berikut ini : https://www.slideshare.net/secret/wx7a8KLaSz4wXa

Bahan Kuliah Umum dapat diunduk di alamat berikut ini : https://www.slideshare.net/secret/G1gAPTrsNndbOp

Area Penelitian Bidang Forensika Digital : http://www.xmind.net/m/UcuE

Timeline Analysis : Analisa FB Akun Buni Yani

Salah satu teknik penting dalam analisa kasus dengan alat bukti utamanya adalah bukti digital, adalah melakukan timeline analysis / construction, yaitu mencoba mencari keterkaitan bukti digital yang sedang dianalisis berdasarkan waktu yang teridentifikasi dengan barang bukti tersebut. Dalam melakukan analisa kasus, salah satunya adalah mencari jawaban terhadap unsur WHEN dari sebuah kasus, selain juga unsur lainnya dalam 5W dan 1 H. Unsur WHEN sangat erat dengan aspek timeline dari bukti digital yang sedang dianalisis. 

Hal yang paling sederhana dari timeline analysis adalah melihat waktu yang tercatat dalam sebuah file. Dikenal istilah CMA, Creation Time, Modified Time dan Accessed Time. Penjelasannya bisa dilihat disini.   

Namun demikian, timeline analysis dapat juga dilakukan melalui sejumlah sumber informasi yang umumnya mencatat informasi sputar waktu. Menurut penjelasan dari Darren Quick, terdapat 20 sumber data yang dapat digunakan untuk kepentingan time analysis. Umumnya time analysis dilakukan terhadap sebuah file. Namun untuk jenis data yang sifatnya status online (misalnya pada Facebook, twitter, instagram), timeline analysis bisa diterapkan untuk melihat riwayat status dari postingan tertentu, atau aktivitas dari si pemilik akunnya. 

Dengan demikian, sebenarnya timeline analysis sangat ditentukan oleh kasus dan jenis bukti digital yang dianalisisnya. Sebagai contoh, untuk kasus yang sedang hangat yaitu status Facebook dari akun Buni Yani yang kemudian diduga sebagai pemicu dari respon sebagian ummat Islam tentang penistaan agama, ternyata timeline analysis dapat dilakukan dengan mudah melalui fasilitas “Update History” yang ada pada setiap status yang dipublikasikan pada wall seseorang. Setiap orang bahkan bisa dengan mudah melihat “update history” tersebut tanpa harus menjadi teman dari akun yang melakukan update statusnya. 

Dalam kasus Buni Yani, setelah membaca berita tentang status hukum dari ybs dari info news portal Detik. Saya mencoba untuk menelaah lebih lanjut tentang bagaimana penerapan timeline analysis dari postingan yang dipermasalahkan tersebut. Dari akun Facebook ybs, ternyata memang terlihat ada beberapa proses update status. Status akun Buni Yani pada tanggal 6 Oktober tersebut  telah dijadikan sebagai viral status dan video dengan total 11.205 kali dibagikan (data tanggal 24 November 2016 jam 09.15). Setidaknya ada 3.800-an akun yang merespon postingan tersebut dengan 3.100  merespon dengan Like, 538 merespon marah, 66 merespon Wow, sisanya merespon Sedih, Gembira dan Cinta. Berikut screenshot dari respon terhadap postingan pada tanggal 6 Oktober 2016. 

Respon BuniYani

 

Dari menu update history yang terdapat para Facebook, terlihat bahwa status yang menjadi salah satu alat bukti kepolisian dalam menentukan status hukum Buni Yani ternyata telah mengalami 7 kali proses editing konten. Editing tersebut ada yang sifatnya penambahan kata, pengurangan kata, penyempurnaan kalimat, penggantian tanda baca. Sementara untuk videonya sendiri tidak mengalami pergantian konten. Dalam hal ini, sejak  upload pertama video tersebut tidak mengalami perubahan konten. Dengan demikian yang berubah hanyalah kalimat yang dijadikan sebagai status dari Facebook ybs saja. Berikut ini gambaran dari proses update status pada akun Buni Yani untuk posting status yang dijadikan sebagai alat bukti oleh penegak hukum. Riwayat Update status dapat dilihat seperti screenshot berikut ini : 

 

Riwayat

 

 Fakta proses update status Facebook pada akin Buni Yani terkait postingan pada tanggal 6 Oktober 2016.

Fakta Buni2

Screenshot Update 1 dan Update 2 sbb : 

Buni 1   

    Buni 2

Screenshot Update 3 dan Update 4 sbb :

Buni 3   

      Buni 4

Screenshot Update 5 dan Update 6 sbb :

Buni 5     

   Buni 6

 

Screenshot Update 7 sbb:

Buni 7 

 

Barangkali itulah 7 alat bukti kuat yang dipandang oleh pihak penyidik untuk menetapkan status hukum dari Buni Yani. Dari aspek profiling, 7 update status tersebut yang dilakukan dalam kurun waktu 1,5 jam mulai dari pukul  00:28 sd 01.55 benar-benar telah dipikirkan dengan balk oleh ybs. Dari 7 update status tersebut, ternyata  ada satu kata yang tidak sesuai dengan apa yang ada dalam video yang diunggahnya, yaitu hilangnya kata “ pakai” yang kemudian dijadikan sebagai acuan dari adanya editing terhadap makna yang dimaksud dalam konten video tersebut. Kalaulah status FB tersebut niatnya adalah untuk melakukan transkip dari potongan kalimat yang terucap, maka tentunya tidak dituliskannya kata “pakai” dan segment pemotongan video yang hanya pada bagian tertentu, dapat didalami lebih lanjut oleh penyidik tentang adanya dugaan sengaja yang termuat pada Pasal 28 Ayat 2 dari UU ITE 2008 yang disangkakan kepada Buni Yani.